Etika

Semua orang sangat menyukai rekan yang penuh dengan sopan santun dan penuh etika. Semua paham hal ini, semua orang menyukainya. Tapi ada berapa banyak orang yang akan melakukannya. Kenapa kita tidak sanggup melakukannya? Itu karena terlalu banyak "AKU" didalam diri kita. Ada yang bahkan berkata yang penting saya baik dan tidak mengganggu orang lain, maka ini sudah cukup. Tapi sebenarnya, ada seberapa banyak rasa "BAIK" dalam diri kita. Apakah kita bisa memastikan rasa "baik" itu tidak akan berubah dan tidak akan berkurang? 

Sebenarnya, dengan penuh kejujuran kita tidak akan bisa memberikan sebuah nilai pada rasa "baik" yang kita punya. Sesuatu yang baik itu sebenarnya haruslah ditunjukkan, dipersembahkan. Bukan hanya sebatas dimulut saja. Matahari tidak pernah mengatakan dirinya baik, namun dengan penuh rasa sopan matahari selalu terbit tepat waktu, ditempat yang sama, dan akan terbenam pada waktu yang sama pula. Begitu juga dengan bulan, tidak pernah mengatakan kalau dirinya paling indah dimalam hari. Tapi berkat sinarnya semua merasa nyaman dan indah dimalam hari.

Sebuah etika dan sopan santun akan memperlihatkan seberapa besar "Kearifan dan Kebijaksanaan" yang ada dalam diri kita. Sesuatu yang dilakukan secara lama dan terus-menerus akan melekat menjadi sebuah kebiasaan bagi diri kita. Sebuah batu permata yang sering digosok pasti akan lebih cemerlang daripada sebuah batu pertama yang kusam dan tidak pernah digosok!

Kenapa harus malu ketika tampil sopan dan penuh etika?
Burung elang tidak pernah makan siang bersama burung gereja. Kenapa? Karena tingkatan mereka berbeda. Remaja yang luar biasa sebenarnya adalah remaja yang berani untuk tampil beda, tampil dengan baik, mengeluarkan aura positif melalui sikap dan gerak-geriknya yang penuh dengan rasa sopan dan beretika.

Pangeran memilih Putri Cinderela karena Pangeran melihat Sang Putri berbeda daripada yang lain. Apa yang beda? 
Apakah lebih cantik ? 
Lebih mewah? 
Jawabannya, "Tentu tidak!"
Pastilah dikarenakan sebuah sikap dari Sang Putri yang berbeda dari Putri yang lainnya yang telah menarik perhatian Sang Pangeran. Itulah sebuah sopan santun dan etika yang terpancar keluar.

Malaikat Kecilku, ingatlah hal ini : "Batu permata tidaklah mungkin digabung dan sekelompok dengan batu bata..."

Untukmu, Dunia...
Untukmu, Indonesia...
Untukmu, Semua Remaja...
Untuk

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seberapa Bernilainya Diri Ini