Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2019

Ikuti Gurumu

Dalam kisah hidup Confucius ada banyak tertulis kisah tentang murid-murid yang setia menemaninya. Dalam kisah mereka ada begitu banyak alur naik dan turun. Salah satunya adalah kisah dari Yan Hui (dibaca : Yen Hui), salah satu murid kesayangan Confucius. Berikut ini kisahnya... Yan Hui adalah murid kesayangan Confucius yang suka belajar, sifatnya baik. Pada suatu hari ketika Yan Hui sedang bertugas, dia melihat satu toko kainsedang dikerumuni banyak orang. Dia mendekat dan mendapati pembeli dan penjual kain sedang berdebat. Pembeli berteriak: “3×8 = 23, kenapa kamu bilang 24?” Yan Hui mendekati pembeli kain dan berkata: “Sobat, 3×8 = 24, tidak usah diperdebatkan lagi.” Pembeli kain tidak senang lalu menunjuk hidung Yan Hui dan berkata: “Siapa minta pendapatmu? Kalaupun mau minta pendapat mesti minta ke Confusius. Benar atau salah Confusius yang berhak mengatakan.” Yan Hui: “Baik, jika Confucius bilang kamu salah, bagaimana?”...

Seberapa Bernilainya Diri Ini

Sebuah kehidupan tidaklah benar-benar berakhir ketika nyawa kita telah habis di dunia ini. Karena... Seberapa bernilai diri kita semasa hidup, justru akan didapat ketika nyawa kita telah habis di dunia ini. Ada yang akan meninggalkan banyak kisah baik dan dikenang oleh orang banyak. Semua orang akan terus mengenang apa yang telah kita lakukan semasa kita hidup. Kisah perjalanan hidup kita menjadi inspirasi bagi banyak orang. Tidak perduli itu adalah kisah penuh suka ataupun duka, bagi orang banyak kisah hidup kita bisa menjadi pedoman hidup untuk mereka. Bahkan kepergian kita di dunia ini akan diratapi dan ditangisi oleh banyak orang. Karena semua orang merasa kehilangan sesosok orang yang begitu penting dalam hidupnya. Namun... Ada yang hanya dikenang oleh orang - orang terdekatnya saja. Ada yang bahkan tidak dihiraukan, karena banyak orang tidak merasakan manfaat ketika kita berada di dunia ini. Masa remaja bukanlah masa untuk hura-hura. Masa remaja adalah masa ke-emasan seoran...

Jangan Fokus Padaku

Ada kalanya kita merasa tidak cocok dengan seseorang, tidak suka dengan kata-katanya, tidak cocok dengan gaya atau pembawaannya, tidak suka nasehatnya, dan lain-lain. Tapi kita tidak menyadari kalau hal ini akan memakan banyak waktu kita, karena kita menghabiskan banyak waktu untuk membahas hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting. Kita bahkan hanya fokus pada hal ini saja sepanjang hidup kita, melupakan masih ada begitu banyak hal-hal didunia ini yang butuh konsentrasi dari kita. Tanpa kamu sadari sebenarnya kamu sedang membuang masa mudamu dengan sia-sia ke tong sampah! Bukankah lebih baik kita gunakan waktu yang ada untuk mengoreksi diri sendiri, mencari talenta diri sendiri, mengembangkan bakat diri, belajar banyak hal baru. Gunung tidak bisa dipindah, maka buatlah sebuah jalan yang mengitarinya. Kalau jalan sudah buntu maka carilah jalan yang lain. Bila orang lain tidak bisa berubah, kita saja yang berubah. Ketika ada sebuah masalah dan diri sendiri sulit merubahnya, ubah...

Masa Depan

Membangun masa depan sudah harus dipikirkan sejak remaja. Karena sebuah target harus diletakkan jauh didepan. Berani bermimpi itu lebih baik daripada hanya sekedar menerima keadaan saja alias pasrah. Banyak kisah orang sukses yang pada akhirnya bisa menikmati mimpinya dalam kehidupan ini. Karena disini kita bukan sedang membahas "mimpi disiang bolong", tapi lebih kepada keinginan untuk membuat target bagi diri sendiri. Tapi terkadang kita mudah terlena. Contoh yang paling nyata adalah ketika kita mendapatkan pujian, kita cenderung merasa puas diri, senang, dan bangga. Sejujurnya, dibalik sebuah pujian terdapat sebuah ujian! Seharusnya ketika dipuji, kita malah harus mengoreksi diri sendiri : Apakah benar saya sebaik itu? Apakah benar saya pantas dipuji? Apakah saya pantas dipuji? Dan pertanyaan lainnya seharusnya muncul dari benak kita. Ketika kita terlena, umumnya kita melupakan target kita dan mulai keluar dari jalur untuk mencapai mimpi kita. Bila kita membutuhkan pujia...

Saya adalah REMAJA LUAR BIASA

Sebutir telur kalau dihancurkan dari luar hanyalah akan menjadi sepiring lauk. Dihidangkan diatas meja, dimakan lalu hilang dari pandangan. Hanya begitu saja! Namun akan berbeda bila sebutir telur menetas, retak dan perlahan terbuka akibat dorongan dari dalam. Seekor anak ayam yang lucu akan keluar dan memulai kehidupannya pada detik itu juga. Manusia pada umumnya berpikir kalau penjara adalah tempat mengurung orang-orang jahat dan berharap ketika mereka keluar dari penjara, mereka akan berubah menjadi orang baik. Pertanyaannya adalah ada berapa banyak orang baik yang diciptakan oleh sebuah penjara? Sebuah kebaikan dan perubahan akan jauh lebih DASYAT kalau dimulai dari dalam diri kita. Bukan karena hukuman atau dorongan orang lain. Karena terkadang belum tentu kita menerima hukuman dan dorongan itu dengan ikhlas. Belum tentu kamu menjalani hukuman dengan hati yang rela! Semua remaja, untuk berubah menjadi baik dan terus baik bukanlah hal yang sulit. Sepanjang didalam dirimu ada se...

Surat Untukku darimu

Melihat begitu banyak orang belajar, belajar untuk lebih baik. Termasuk diri ini. Padahal sebenarnya kebaikan itu sudah ada didalam diri kita sejak lama. Kebaikan sebenarnya adalah hal yang wajar yang harus kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Tapi kita sering tidak menyadarinya. Diri ini sebenarnya sering membuat diri sendiri tersesat dan melupakan kebaikan ini. Sehingga kita memerlukan kekuatan dari luar diri kita. Mungkin seorang guru, untuk menasehati kita, memberi kita semangat, memberi keyakinan dan menambahkan semangat pada diri kita. Atau sebuah buku dan tulisan untuk menyadarkan kita akan suatu hal. Manusia tetaplah seorang manusia. Terkadang suka memaafkan diri sendiri ketika berbuat kesalahan. Namun sulit memaafkan kesalahan orang lain. Dalam kehidupan ini seharusnya kita mau meluangkan waktu untuk mencari kembali "nurani" kita, yang penuh : cinta kasih, lapang dada, dan pemaaf. Dalam proses belajar, memang banyak yang harus kita korbankan. Namun bila dijal...

Etika

Semua orang sangat menyukai rekan yang penuh dengan sopan santun dan penuh etika. Semua paham hal ini, semua orang menyukainya. Tapi ada berapa banyak orang yang akan melakukannya. Kenapa kita tidak sanggup melakukannya? Itu karena terlalu banyak "AKU" didalam diri kita. Ada yang bahkan berkata yang penting saya baik dan tidak mengganggu orang lain, maka ini sudah cukup. Tapi sebenarnya, ada seberapa banyak rasa "BAIK" dalam diri kita. Apakah kita bisa memastikan rasa "baik" itu tidak akan berubah dan tidak akan berkurang?  Sebenarnya, dengan penuh kejujuran kita tidak akan bisa memberikan sebuah nilai pada rasa "baik" yang kita punya. Sesuatu yang baik itu sebenarnya haruslah ditunjukkan, dipersembahkan. Bukan hanya sebatas dimulut saja. Matahari tidak pernah mengatakan dirinya baik, namun dengan penuh rasa sopan matahari selalu terbit tepat waktu, ditempat yang sama, dan akan terbenam pada waktu yang sama pula. Begitu juga dengan bulan, t...

Jadilah Remaja yang Penuh Perhatian

Sebenarnya setiap orang ketika bertemu masalah, hal pertama yang ingin didapatkan adalah mendapatkan perhatian dan bantuan dari orang lain. Namun kenapa kita tidak berpikir untuk selalu menjadi orang yang memberikan perhatian dan bantuan itu? Walau tidak semua manusia diciptakan untuk punya kemampuan itu. Tidak ada manusia yang diciptakan sempurna 100% oleh NYA. Karena menuju sempurna itu memerlukan banyak proses dan waktu yang panjang. Ketika ada begitu banyak masalah yang datang dan kita temui, disanalah kita belajar banyak hal. Bukankah dalam proses belajar itu kita juga bisa memberikan sedikit yang kita pelajari kepada orang lain? Tidak ada seorang wanita yang belajar untuk melahirkan barulah menjadi seorang ibu. Juga tidak ada seorang pria yang belajar bagaimana mengganti popok baru memutuskan untuk menjadi seorang ayah. Sama halnya hari ini walau kamu adalah seorang remaja sekalipun, ada banyak hal yang bisa kamu lakukan tanpa harus dipelajari terlebih dahulu. Hal yang p...

7 Januari 2007

Semua kisah ini dimulai di hari Minggu pagi, ditanggal 7 Januari 2007 lalu. Hanya seorang manusia biasa yang diberi tanggungjawab untuk membawa sebuah Kelas Remaja disebuah Vihara. Berterimakasih kepada Tuhan, Dewa Budha, Sesepuh, Atasan, Para Pandita, Rekan sedarma, dan semua orang yang telah memberikan dukungan. Karena melalui sebuah Kelas Remaja ini sebuah kehidupan dari seorang anak manusia di muka Bumi ini berubah 360 derajat. Saya bukan seorang manusia yang dipersiapkan untuk menjadi Jendral dan ditempatkan digaris depan. Karena diri ini merasa hanya seorang guru yang bodoh, tidak paham apapun. Hanya ada sebuah niat kecil untuk bisa menyelamatkan lebih banyak remaja di dunia ini.