Masa Depan
Membangun masa depan sudah harus dipikirkan sejak remaja. Karena sebuah target harus diletakkan jauh didepan. Berani bermimpi itu lebih baik daripada hanya sekedar menerima keadaan saja alias pasrah. Banyak kisah orang sukses yang pada akhirnya bisa menikmati mimpinya dalam kehidupan ini. Karena disini kita bukan sedang membahas "mimpi disiang bolong", tapi lebih kepada keinginan untuk membuat target bagi diri sendiri.
Tapi terkadang kita mudah terlena. Contoh yang paling nyata adalah ketika kita mendapatkan pujian, kita cenderung merasa puas diri, senang, dan bangga. Sejujurnya, dibalik sebuah pujian terdapat sebuah ujian! Seharusnya ketika dipuji, kita malah harus mengoreksi diri sendiri : Apakah benar saya sebaik itu? Apakah benar saya pantas dipuji? Apakah saya pantas dipuji? Dan pertanyaan lainnya seharusnya muncul dari benak kita.
Ketika kita terlena, umumnya kita melupakan target kita dan mulai keluar dari jalur untuk mencapai mimpi kita.
Bila kita membutuhkan pujian untuk bisa mendapatkan sebuah semangat, maka jangan lupakan sebuah kritikan dan nasehat yang membangun untuk kita. Karena sebuah cita-cita dan mimpi pastinya dibarengi oleh banyak nasehat dan kritikan dari orang lain.
Jangan lupakan 1 hal ini...
Banyak mereka yang dahulunya dicemooh, dihina, dan dipandang sebelah mata, akhirnya malah berhasil!
Kenapa?
Karena orang tersebut telah merubah sebuah kritikan atau nasehat menjadi penyemangat, dan melupakan cara untuk dipuji oleh orang lain.
Untukmu, IBU PERTIWI...
Untukmu, Anak Negeri...
Untukmu, Generasi muda yang kucintai!
Komentar
Posting Komentar