Surat Untukku darimu

Melihat begitu banyak orang belajar, belajar untuk lebih baik. Termasuk diri ini. Padahal sebenarnya kebaikan itu sudah ada didalam diri kita sejak lama. Kebaikan sebenarnya adalah hal yang wajar yang harus kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Tapi kita sering tidak menyadarinya. Diri ini sebenarnya sering membuat diri sendiri tersesat dan melupakan kebaikan ini.

Sehingga kita memerlukan kekuatan dari luar diri kita. Mungkin seorang guru, untuk menasehati kita, memberi kita semangat, memberi keyakinan dan menambahkan semangat pada diri kita. Atau sebuah buku dan tulisan untuk menyadarkan kita akan suatu hal.

Manusia tetaplah seorang manusia. Terkadang suka memaafkan diri sendiri ketika berbuat kesalahan. Namun sulit memaafkan kesalahan orang lain. Dalam kehidupan ini seharusnya kita mau meluangkan waktu untuk mencari kembali "nurani" kita, yang penuh : cinta kasih, lapang dada, dan pemaaf.

Dalam proses belajar, memang banyak yang harus kita korbankan. Namun bila dijalani dengan penuh rasa "bersyukur" kita akan menjalani proses pembelajaran ini lebih baik. Membuat diri setingkat lebih maju dari sebelumnya.

Seorang murid yang menangis berlari menemui gurunya dan berkata, "Teman saya menghina dan meremehkan saya."
Lalu guru mengajaknya beristirahat setelah menenangkan dirinya. Guru meminta murid itu untuk segera berisirahat, lalu memakaikan selimut kepadanya. Pagi harinya guru bertanya kepadanya, "Sebenarnya selimut yang memberimu kehangatan atau dirimu yang memberikan kehangatan kepada selimut?"

Ketika kita sanggup menjadi orang yang memberi kehangatan dan hawa positif kepada orang lain, kita tidak melakukannya! Hal-hal yang tidak baik selalu ada didalam benak kita, dan akhirnya hal yang tidak baik itu kembali kepada diri kita.

"Jadilah tuan rumah bagi diri kita sendiri, keluarkan hawa positif dari diri kita. Memang tidak ada manusia yang sempurna, tapi terkadang diri sendiri juga tidak berusaha untuk menjadi lebih baik..." kata guru kepada muridnya.

Untukmu, DUNIA...
Untukmu, INDONESIA...
Untukmu, GENERASI MUDA...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Seberapa Bernilainya Diri Ini